BIMTEK PEMANFAATAN APLIKASI SEPAKAT – Sistem Perencanaan, Penganggaran, Pemantauan, Evaluasi dan Analisis Kemiskinan Terpadu

Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyelenggarakan Bimtek Aplikasi Sistem Perencanaan, Penganggaran, Pemantauan, Evaluasi, dan Analisis Kemiskinan Terpadu (SEPAKAT). Bimtek SEPAKAT yang dilaksanakan pada tanggal 22-25 april 2019 di Aula I Pemerintah Kota Tanjungbalai mengundang narasumber dari Bappenas sebagai kementerian yang meluncurkan aplikasi SEPAKAT. Bimtek tersebut dihadiri oleh 30 (tiga puluh) peserta dari 11 (sebelas) OPD pelaksana Program/Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan.

Pada hari pertama pelaksanaan Bimtek, narasumber yang menyampaikan materi adalah Muhamad Chehafudin (Staf Tenaga Ahli Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial). Sebelum memberikan pembelajaran praktek  menggunakan aplikasi, beliau memberikan penjelasan mengenai teori yang berkaitan dengan aplikasi sepakat dan  kemiskinan. Dijelaskan bahwa sepakat merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan untuk membantu proses perencanaan, penganggaran, monitoring dan evaluasi dalam rangka pengurangan kemiskinan secara cepat dan akurat. Dijelaskan juga bahwa aplikasi sepakat digunakan untuk: (1) mempertajam rencana pembangunan dan anggaran daerah dalam rangka penanggulangan kemiskinan; (2) memanfaatkan data untuk kebutuhan perencanaan dan penganggaran; (3) otomatisasi proses perencanaan, penganggaran dan monitoring. Setelahnya lanjut pada penggunaan aplikasi. Dari pembelajaran yang disampaikan diketahui bahwa dalam penggunaan aplikasi sepakat ada alur yang digunakan, antara lain: (1) analisis kemiskinan; (2) perencanaan; (3) penganggaran; (4) monitoring dan; (5) evaluasi

Pada hari selanjutnya, narasumber yang memberikan pembelajaran adalah Maudytia Rismalasari Prabowo (Staf Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial). Materi yang beliau sampaikan merupakan lanjutan dari narasumber pertama,  yaitu alur penggunaan aplikasi sepakat. Sebelumnya narasumber pertama mengajarkan mengenai alur analisis kemiskinan maka alur selanjutnya yang mauditia sampaikan adalah tentang perencanaan, penganggaran, monitoring dan evaluasi.

Hasil yang diharapkan dari bimtek aplikasi sepakat ini adalah peserta bimtek sebagai pelaksana program/kegiatan kemiskinan mampu menyusun perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan yang lebih pro-poor berbasis web dan bukti (evidence-based).■

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *